Senin, 07 Juli 2008

PESTA BUKU YANG MENGECEWAKAN

PESTA BUKU YANG MENGECEWAKAN

Pameran Buku, Pesta Buku atau semacamnya identik dengan pesta diskon. Pada momen-momen seperti ini, biasanya buku dijual dengan harga murah bahkan amat murah. Diskon mulai dari 20% hingga 60%. Itulah yang terjadi pada Pesta Buku yang baru saja berakhir pada tanggal 6 Juli 2008.

Tapi ternyata terkadang tidak selamanya benar. Setidaknya itulah yang ditemukan. Ada beberapa hal yang perlu kita semua perhatikan. Pada Pesta Buku kemarin ini, ada 3 hal aneh yang mengecewakan.

Saya terhenti begitu melihat tulisan diskon 50% yang terpampang di bagian muka sebuah stand. Saya perhatikan buku-buku yang masuk kategori diskon 50%. Mata saya terhenti pada novel trilogi. Waah boleh juga pikirku. Masing-masing buku berdiskon 50%. Saya mulai mempertimbangkan harga dan sisa uang yang ada di saku. Novel jilid pertama seharga Rp 16 ribu, itu berarti setelah didiscount akan menjadi Rp 8000. Novel jilid ketiga seharga Rp 15 ribu, setelah diskon akan menjadi Rp 7500. Saya kembali memperhatikan novel jilid pertama. Bandrol di sana tertulis Rp 16 ribu, namun saya menjadi kaget ternyata ada bandrol lain. Bandrol yang kedua tertulis Rp 9000. Hah! Ada dua bandrol dan bandrol yang baru terlihat tertulis Rp 9000. Melihat kenyataan ini, akhirnya saya memutuskan tidak jadi membeli novel trilogi itu. Karena jika harga sebelum dikatrol Rp 9000, maka itu berarti diskon yang diberikan tidak sampai 50%.

Kekecewaan kedua, ketika saya sedang membayar 3 buah buku yang telah dipilih. Sebuah buku memang milik saya dan dua buah buku lainnya pesanan seorang teman. Buku yang saya pilih, karena buku itu murah, harganya cuma Rp 10 ribu rupiah dengan kondisi buku yang cukup tebal. Sedangkan dua buku pesanan teman, termasuk buku baru yang berdiskon tidak terlalu besar. Sesampai di kasir, salah seorang kasir mengatakan, "Semuanya Rp 100 ribu lebih." Saya serahkan uang pecahan 50 ribuan, sebanyak 3 lembar. Sebelum transaksi selesai, saya bertanya mengenai harga buku yang saya pilih, "Kalo buku ini harganya berapa? Bukankah harga buku ini Rp 10 ribu?" Mendengar pertanyaan saya, mbak kasir seperti tersadar sesuatu dan memeriksa hasil penghitungan sebelumnya. "Oh ya maaf," tanggap si kasir. Ternyata si kasir tidak sadar, bahwa hitungannya itu berdasarkan bandrol yang lama. Hanya saja bandrol kali ini menggunakan kode (tidak tertulis nilai nominalnya), berbeda dengan kejadian yang pertama.

Lengkap sudah kekecewaan saya pada Pesta Buku kali ini. Saya membeli sebuah buku yang berdiskon 60%. Dulu, saya pernah menginginkan memiliki buku itu. Karena 2 bab dalam buku tersebut, pernah saya baca. Berdasarkan hal inilah dan judul-judul bab yang terdapat dalam buku itu, maka saya putuskan untuk membelinya. Bukunya bagus, cukup tebal dan isinya kemungkinan juga bagus.

Tapi begitu sampai di rumah, saya menjadi kecewa. Halaman 1 hingga halaman 16-nya tidak ada. Kata teman saya, "Ya jelas saja, diskonnya saja 60%."

4 komentar:

Unknown mengatakan...

Diskon kan sekedar penarik konsumen agar ma beli. Sebelum beli cek dul harga sebenarnya. Jadi teringat book fair di Gedung Wanita SMG. Diskon yg dicantumkan di atas buku tidak selalu berlaku untuk buku2 di bawahnya.

Anonim mengatakan...

ya, membeli dengan hati2 pada suasana atau pada kondisi apa pun adalah MUTLAK. semoga tidak terjadi pada even-even berikutnya....

Editor mengatakan...

resiko belum murah memang begitu. kadang ada halaman kosong. entah kenapa penerbit/distributor hanya mau jual diskon buku yg tidak layak.

Anonim mengatakan...

Assalamualaikum
saya mau bertanya tentang alamat email untuk mengirim wanita jagoanku..
apa benar ke karyakita@yahoo.com??
tolong jawabannya ke moehan_88@yahoo.com

terima kasih banyak..